Minggu, 01 Juli 2012

Sanggah Cucuk



Foto ini diambil tanggal 3 Juli 2012 di Br. Mambang Gede, Desa Mambang, Selemadeg Timur, Kab. Tabanan-Bali.

Sanggah Cucuk adalah salah satu altar yang sangat sederhana. Dinamakan sanggah cucuk karena mengandung arti bahwa sanggah itu merupakan perwujudan dari perasaan manusia yakni sebagai “pemucuk” yang berarti pendahulu atau perintis jalan dalam kehidupan manusia.

Biasanya sanggah cucuk dibuat untuk keperluan altar pemujaan atau banten yang bersifat temporer/sementara. Dalam implementasi Panca Yadnya (lima macam korban suci menurut Hindu), sanggah cucuk berfungsi antara lain:
  • Dalam uacara Dewa Yadnya seperti upacara Medus Agung maupun Medudus Alit. Di dalam rentetan upacara tersebut di atas diadakan “mepekideh” yang dilaksanakan pada “Sanga Mandala” atau pada kesembilan tata zoning yaitu pada delapan penjuru mata angin. Ditengah-tengah penjuru tersebut sebagai pusatnya. Pada kesembilan tata zoning itulah ditempatkan sanggah cucuk tersebut.
  • Dalam upacara Bhuta Yadnya sanggah cucuk dipergunakan mulai dari tingkat upacara yang paling kecil sampai tingkat yang terbesar (dari upacara Caru Ekasata sampai Tawur Kesanga).
  • Dalam upacara Manusa Yadnya, sanggah cucuk dipergunakan dalam upacara ketika bayi lahir (sanggah cucuk ditempatkan di atas tempat menanam ari-ari si bayi).
  • Dalam upacara Pitra Yadnya sanggah cucuk dipergunakan dalam upacara Maligia, Memukur, Nyekah dan sebagainya.



sumber: Diambil dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar